|
||
Saat aku mulai mengerti tentang hidup
Aku butuh tumpahan rasa
yang sudi menerimaku apa adanya
Saat mata memandang
hingga lelah dan terpejam
segalanya terasa indah
dengan kehadiran seorang sahabat
Saat bahagia aku kan tertawa bersamanya
menjalani hari-hari penuh senyum bersamanya
namun saat terluka
Aku akan berlari dalam gelap
karena aku malu membaginya
dan tak ingin menjadi beban baginya
Meski rapuh aku tak ingin hancur
Aku harus tetap hidup demi s’mua mimpiku
|
||
Bukan Tak Sempat Atau Tak Lagi Berniat,
Hanya Saja Tekad Tak Cukup Untuk Membuat Sebuah Puisi Terlahir Secepat Kilat.
Esok, Jika Aku Sanggup Memanggil Kembali Semua Inspirasi Yang Kini Pergi,
Pasti ‘Kan Kutuliskan Untukmu (Lagi) Sebuah Puisi Cinta Untuk Hati. Aku Berjanji !
Hari Ini, Biarkan Saja
Aku Diam Dalam Keheranan Tentang Kemana Larinya Semua Jiwa-Jiwa Puitis Yang Biasanya Bersemayam Di Hati Dan Jiwaku.
Mungkin Semalam Cukup, Mungkin Juga Tidak.
Aku Tak Pernah Mengerti.
Aku Hanya Akan Coba Menanti.
Semoga Semua Memahami.
Semoga Semuanya Tak Pergi.
|
||
| Pengarang:
Monika Sebentina Aku Tak Pernah Berhenti Tuk Meyakinkan Mu Bahwa Persahabatan Ini Takkan Pernah Berakhir Dari Satu Titik Kita Memulainya Dan Tak Bisa Berakhir Begitu Saja Persahabatan Selamanya Yg Slalu Bersua Dimana Kasih Kita Distu Persahabatan Kita Karena Persahabatan Ini Hanya Karena Kasih Yang Setia Tapi . . .. Kamu Pergi Kamu Berubah Kini Kamu Tidak Seperti Dulu Lagi Tidak Seperti Janji Kasih Persahabatan Ini Walau Begini Sampai Hari Ini Aku Masih Disini Masih Seperti Ini Menunggu Mu Untuk Menjadi Sahabat Kembali Masih Disini , Masih Begini Menunggu Mu Menjadi Yg Dulu Lagi Menunggu Mu Untuk Memulai Hari Yang Awal Lagi |
0 komentar:
Posting Komentar